Senin, 11 Agustus 2014

WISATA NEGERI DI ATAS AWAN - B29

Kawasan Wisata B29 adalah tempat wisata yang terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Inilah tempat wisata yang sangat cantik dengan berbagai panorama yang indah dan terdapat di berbagai titik sudut pandang. Terletak di ketinggian 2900 dpl dengan dikelilingi suasana pegunungan yang indah dan eksotik. Disebelah utara terdapat pegunungan Bromo yang mempunyai ciri khas lautan pasir. Juga disebelah selatan terlihat jelas Gunung Mahameru yang menjulang 3.676 dpl yang menjadi ciri khas Kabupaten Lumajang. Dan sekira cuaca sangat cerah dari arah Puncak B29 mampu melihat laut selatan.
Jika anda berminat berkunjung ke Wisata Alam Puncak B29, kami siap mengantar anda dengan berbagai fasilitas yang ada. 

Anda bisa menghubungi kami di :
085 258 780 254 - ALAN
Pin BB : 7D3A36E4

085 746 511 390 - MUJA
Pin BB : 74E475F1






Sabtu, 26 Januari 2013

Kamis, 22 November 2012

PAKET WISATA LUMAJANG

Selamat kepada anda yang telah membaca artikel kami!

Satu lagi Murni Tour Lumajang akan menawarkan Paket Wisata Terbaru, yaitu : Wisata Religi, Wisata Sejarah, Wisata Kesenian dan Wisata Budaya di Kabupaten Lumajang Jawa Timur.
Setelah anda membaca SEJARAH SINGKAT KOTA LUMAJANG sekaranglah saatnya bagi anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Kabupaten Lumajang, berikut ini adalah paket wisata yang akan kami tawarkan :

1. Situs Biting (Benteng Peninggalan Bersejarah)

Situs Biting Mutiara Kebesaran Peninggalan Sejarah Kota Lumajang. Meski kota Lumajang tidak setenar Kabupaten lainnya. Namun, Lumajang mempunyai Mutiara yang masih tersembunyikan, yakni "Situs Biting" du Desa Kutoreno Kecamatan Sukodono.

Mungkin "Situs Biting" ini belumlah terlalu akrab ditelinga banyak masyarakat. Namun ternyata "situs Biting " ini sudah dikenal oleh peneliti dari manca negara, seperti peneliti sejarah dari Belanda. Dan tidak menutup kemungkinan, kedepan "Situs Biting" bisa membuat orang akan terpesona akan adanya Mutiara kebesaran sejarah Kerajaan Lamajang. 

Di perut bumi Desa Kutorenon ini ada rangkaian sejarah besar dimana terbentang peninggalan sejarah besar, tersimpan sisa -sisa kerajaan besar Lamajang yang kokoh. Alam yang masih terlihat perawan menambah takjub masyarakat yang melihat langsung peninggalan sejarah kerajaan Lamajang ini.

Tebing-tebing dan bekas benteng kerajaan Lamajang yang mengitari bumi Kutorenon menunjukkan betapa besarnya sejarah Kota Lumajang ini. Bahkan sepajang aliran sungai yang mengitari dusun Biting I dan II di Kutorenon, menjulang tinggi sisa benteng terkuat di Nusantara, hasil karya besar Orang Lumajang asli.

Mansur Hidayat, selaku penggagas pelestarian "Situs Biting" ini mengatakan, oleh karena itu dirinya sangat berharap sekali kepda masyarakat Lumajang untuk bisanya menjaga Situs Biting ini. Masih kata Mansur , dirinya bersama elemen yang ada seperti MPPM dan Pelestari Biting mengirimkan surat Audensi ke Bupati Senin (24/09/2012).

Selain memiliki pesona alam yang tidak benayak disentuh orang, Kota Lumajang juga memiliki sejarah menarik yang kini menjadi Ikon daerahnya. Dalam legenda perang, Raja lamajang Arya Wiraraja adalah sosok raja yng paling disegani, karena Arya Wiraraja Adalah Raja yang pintar dan ahli strategi serta dikenal arsitek nusantara di zaman kerajaan Singosari, Majapahir hingga Lamajang.

Melihat potensi yang besar ini sangatlah disayangkan jika pemerintah daerah tidak memperhatikan peninggalan sejarah besar ini. Karena banyak sekali situs peninggalan sejarah Lumajang yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya.

Apalagi peninggalan sejarah kebesaran Lumajang yang berserakan merupakan bukti otentik yang akan menjadi rekam dan jejak kejayaan orang kaki Gunung semeru. "Kami menyurati bupati, agar sejumlah situs peninggalan sejarah Lumajang dijadikan cagar budaya," ujar pria asal Tempeh itu saat mengantarkan surat untuk berdialog dengan bupati Sjahrazad Masdar di Pemkab Lumajang.

Sejarah Lumajang dan peninggalannya merupajan jati diri serta identitas orang Lumajang. Sangat merugilah, Lumajang yang dulu dikenal akan kebesaran peradabannya kini hanya tinggal cerita atau mitos. Lumajang harus bangkit lewat sejarahnya yang luar biasa.

 

2. Pura Mandara Giri Semeru Agung

Merupakan salah satu pura tertua di Nusantara. Letaknya bertopografi pegunungan dan berhawa sejuk yakni Senduro yang diyakini dekat dengan nilai spiritual umat Hindu yakni sejarah gunung Semeru.

Pura ini terletak di Desa Sundoro,  Kecamatan Sundoro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebelum didirikan Pura ini, kehidupan penduduk di sekitar Pura sangat tidak makmur. Setelah mereka memeluk Agama Hindu dan mendirikan Pura barulah kehidupan penduduk semakin makmur. Adapun mangku yang bertugas di Pura Mandara Giri Semeru Agung berjumlah 10 orang dan mereka membagi diri untuk bertugas tiap hari. Dimana dalam satu hari mangku yang bertugas sebanyak 2 orang. Pura ini diresmikan oleh Gubernur Bali, Ida Bagus Oka.

Pura Mandara Giri Semeru Agung ini terdiri dari 3 mandala yang disebut Tri Mandala. Adapun pelinggih / bangunan yang terdapat di Pura ini antara lain :
Apit Surang (Candi Bentar)
Pada saat memasuki Apit Surang, pikiran kita harus sudah diarahkan pada kesucian dan ini berarti kita akan memasuki Madya Mandala.
Bale Patok
Berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi orang yang akan melakukan persembahyangan di Pura ini.
Bale Gong
Digunakan sebagai tempat untuk menabuh gamelan baik Gong Jawa maupun Gong Bali. Selain itu bangunan ini juga digunakan untuk latihan mekidung atau latihan menabuh.
Gedong Simpen
Merupakan tempat menyimpan segala perlengkapan upacara seperti kain-kain busana pelinggih, umbul-umbul, tedung dan lain sebagainya yang sering disebut sopacara.
Bale Kulkul
Bangunan ini menjulang tinggi dan di atasnya tergantung 2 buah kulkul yaitu Purusa- Pradana. Kulkul ini dibunyikan seperti layaknya di Bali. Kulkul ini dibuat oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Taman yang berasal dari Gria Sila. Dan kayu yang dipergunakan tidak boleh sembarang yaitu Kayu Sau.
Bale Dewa / Pendopo
Merupakan bangunan yang bentuknya memanjang yang berfungsi untuk melakukan persiapan persembahyangan, tempat mengadakan diskusi tentang keagamaan serta sebagai tempat mekemit bagi rombongan yang datang dari jauh.
Suci
Bangunan ini merupakan dapur khusus untuk memasak bahan-bahan untuk upacara persembahyangan.
Bale Petandingan
Digunakan sebagai tempat untuk nanding, merangkai, mengatur semua yang akan dipersembahkan sebagai banten kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Gelung Kori (Candi Kurung)
Merupakan Candi yang terletak antara Madya Mandala dengan Utama Mandala. Candi Kurung ini memiliki pintu hanya satu yaitu khusus untuk keluar masuk bagi yang menjunjung pratima dan bagi yang akan melakukan persembahyangan. Gelung Kori ini dihiasi dengan ukiran-ukiran yang sangat unik. Setelah melewati gelung kori ini kita akan berada di Utama Mandala. Bangunan yang terdapat di Utama Mandala :
  1. Padmasana
  2. Bale Ongkara, tempat penyucian diri bagi umat yang akan sembahyang.
  3. Paletesan
  4. Bale Penasekan, sebagai tempat untuk beristirahat baggi yang datang dari jauh.
  5. Bale Gajah, untuk tempat berstananya Ida Pedanda Siwa.
  6. Bale Agung, merupakan tempat Dewa-Dewi mengadakan paruman. Sering disebut dengan Bale Pasangguhan.
  7. Bale Paselang
  8. Anglurah
  9. Tajuk
Bangunan pura merupakan bangunan utama dari objek wisata religi ini. Selain itu juga terdapat aula besar yang biasanya digunakan untuk acara pertemuan dan pagelaran budaya, letaknya berada di samping timur. Kalau lewat dari gerbang depan, maka kita akan disuguhi pemandangan lapangan rumput hijau nan luas. Sungguh terasa di Bali.

Keunikan pura ini selain bangunannya adalah kebiasaan umat Hindu yang melakukan sembahyang di sana akan pergi ke dua pura yang lain, yakni pura Ranupane dan pura Petirtan. Jadi, pura Mandara Giri Semeru Agung merupakan pura utama diantara dua pura yang lain. Dan benar-benar serasa berada di Bali.

3. Ranu Pane

Masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Taman Nasional terdapat Danau yang cukup terkenal keberadaannya. Danau ini juga menjadi rute untuk mulai mendaki Gunung Penanjakan, Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Danau tersebut adalah Ranu Pane. Danau ini memiliki pemandangan yang luar biasa indah dan hijau. Danau yang terletak di desa Panupane, Kecamatan Senduro, 50 Km di sebelah barat Kabupaten Lumajang, tepat berada di lereng Gunung Bromo dan Semeru.

Ranu Pane adalah sebuah danau hijau dengan luas 1 hektar. Danau ini terletak di ketinggian 2.200 m di atas permukaan laut. Dari tempat ini, kita bisa melihat Gunung Semeru berdiri megah dengan kaldera di sekitar kawah.

Bagi pengunjung yang ingin tinggal disekitar danau tersebut, disediakan rumah tinggal, vila dan pondok-pondok untuk menginap.

Bagi mereka yang suka hiking, Ranu Pane adalah awal untuk mempersiapkan petualangan mereka. Selain itu, Ranu Pane juga menyediakan tempat perijinan untuk pejalan kaki yang akan melakukan pendakian.

Juga, disana masyarakat Desa Ranu Pane sebagian masih menganut agama hindu, dan diyakini keturunan kerajaan Majapahit dan juga disana terdapat sebuah monumen kuno yang berada disekitar Ranu Pane. Masyarakat setempat percaya bahwa monumen itu sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit.


Udara segar, air bersih, suasana yang menyenangkan adalah hal yang para pengunjung akan dapatkan saat menghabiskan waktu di danau yang menakjubkan tersebut.


info contact person : 

ALAN          - 085 258 780 254

BU MURNI - 081 654 520 58

MUJA          - 085 236 586 000

PIN Blackberry :

3288C996

E-mail : 

pariwisatamurni@yahoo.co.id

SEJARAH SINGKAT KOTA LUMAJANG

Bumi LUMAJANG sejak jaman Nirleka dikenal sebagai daerah yang "PANJANG-PUNJUNG PASIR WUKIR GEMAH RIPAH LOH JINAWI TATA TENTREM KERTA RAHARJA".

PANJANG-PUNJUNG berarti memiliki sejarah yang lama. Dari peninggalan-peninggalan Nirleka maupun prasasti yang banyak ditemukan di daerah Lumajang cukup membuktikan hal itu.
Beberapa prasasti yang pernah ditemukan, antara lain Prasasti Ranu Gumbolo. Dalam prasasti tersebut terbaca "LING DEVA MPU KAMESWARA TIRTAYATRA". Pokok-pokok isinya adalah bahwa Raja Kameswara dari Kediri pernah melakukan TIRTAYATRA ke dusun Tesirejo kecamatan Pasrujambe, juga pernah ditemukan prasasti yang merujuk pada masa pemerintahan Raja Kediri KERTAJAYA.

Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain :
  1. Prasasti Mula Malurung
  2. Naskah Negara Kertagama
  3. Kitab Pararaton
  4. Kidung Harsa Wijaya
  5. Kitab Pujangga Manik
  6. Serat Babat Tanah Jawi
  7. Serat Kanda
Dari Prasasti Mula Manurung yang ditemukan di Kediri pada tahun 1975 dan ber-angka tahun 1177 Saka (1255 Masehi) diperoleh informasi bahwa NARARYYA KIRANA, salah satu dari anak Raja Sminingrat (Wisnu Wardhana) dari Kerajaan Singosari, dikukuhkan sebagai Adipati (raja kecil) di LAMAJANG(Lumajang). Pada tahun 1255 Masehi, tahun yang merujuk pada pengangkatan NARARYYA KIRANA sebagai Adipati di Lumajang inilah yang kemudian dijadikan sebagai sebagai dasar penetapan Hari Jadi Lumajang (HARJALU).
          
Dalam Buku Pararaton dan KIDUNG HARSYA WIJAYA disebutkan bahwa para pengikut Raden Wijaya atau Kertarajasa dalam mendirikan Majapahit, semuanya diangkat sebagai Pejabat Tinggi Kerajaan. Di antaranya Arya Wiraraja diangkat Maha Wiradikara dan ditempatkan di Lumajang, dan putranya yaitu Pu Tambi atau Nambi diangkat sebagai Rakyan Mapatih.
          
Pengangkatan Nambi sebagai Mapatih inilah yang kemudian memicu terjadinya pemberontakan di Majapahit. Apalagi dengan munculnya Mahapati(Ramapati) seorang yang cerdas, ambisius dan amat licik. Dengan kepandaiannya berbicara, Mahapati berhasil mempengaruhi Raja. Setelah berhasil menyingkirkan Ranggalawe, Kebo Anabrang, Lembu Suro, dan Gajah Biru, target berikutnya adalah Nambi.
          
Nambi yang mengetahui akan maksud jahat itu merasa lebih baik menyingkir dari Majapahit. Kebetulan memang ada alasan, yaitu ayahnya(Arya Wiraraja) sedang sakit, maka Nambi minta izin kepada Raja untuk pulang ke Lumajang. Setelah Wiraraja meninggal pada tahun 1317 Masehi, Nambi tidak mau kembali ke Majapahit, bahkan membangun Beteng di Pajarakan. Pada 1316, Pajarakan diserbu pasukan Majapahit. Lumajang diduduki dan Nambi serta keluarganya dibunuh.
          
Pupuh 22 lontar NAGARA KERTAGAMA yang ditulis oleh Prapanca menguraikan tentang perjalanan Raja Hayam Wuruk ke Lumajang. Selain NAGARA KERTAGAMA, informasi tentang Lumajang diperoleh dari Buku Babad. Dalam beberapa buku babad terdapat nama-nama penguasa Lumajang, yaitu WANGSENGRANA, PUTUT LAWA, MENAK KUNCARA(MENAK KONCAR) dan TUMENGGUNG KERTANEGARA. Oleh karena kemunculan tokoh-tokoh itu tidak disukung adanya bukti-bukti yang berupa bangunan kuno, keramik kuno, ataupun prasasti, maka nama-nama seperti MENAK KONCAR hanyalah tokoh dongeng belaka.
          
Di tepi Alun-alun Lumajang sebelah utara terdapat bangunan mirip candi, berlubang tembus, terdapat CANDRA SENGKALA yang berbunyi "TRUSING NGASTA MUKA PRAJA" (TRUS=9, NGASTA=2, MUKA=9, PRAJA=1). Bangunan ini merupakan tetenger atau penanda, ditujukan untuk mengenang peristiwa bersejarah, yaitu pada tahun 1929. Lumajang dinaikkan statusnya menjadi REGENTSCAH otonom per 1 Januari 1929 sesuai Statblat Nomor 319, 9 Agustus 1928. Regentnya RT KERTO ADIREJO, eks Patih Afdelling Lumajang (sebelumnya Lumajang masuk wilayah administratif Kepatihan dari Afdelling Regentstaschap atau Pemerintah Kabupaten Probolinggo).
          
Pada masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan tahun 1942-1949, Lumajang dijadikan sebagai basis perjuangan TNI dengan dukungan rakyat.
          
Nama-nama seperti KAPTEN KYAI ILYAS, SUWANDAK, SUKERTIYO, dan lain-lainnya, baik yang gugur maupun tidak, yang dikenal atau tak dikenal, adalah para kusuma bangsa yang dengan meneruskan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa itu dengan bekerja secara tulus, menjauhkan kepentingan pribadi, jujur, amanah, dan bersedia berkorban demi kemajuan Lumajang Tercinta.
          
Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Derah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990

Senin, 12 November 2012

PAKET WISATA BALI

Sebagai wisata Bali semua orang pasti sudah sangat mengenal, bahkan sampai turis-turis mancanegara sangat  senang untuk datang ke Pulau Dewata Bali.

Kami dari Murni Tour Lumajang, yang bertempat di Kota Lumajang - Jawa Timur telah menyediakan jasa wisata dengan paket yang kami tawarkan. Mahal??? Tentu saja tidak. Bisa di check dengan fasilitas yang kami sediakan. Kami juga telah menyediakan paket wisata mulai dari 15 orang, 40 orang dan 59 orang.

Untuk mengisi waktu liburan kita, mari luangkan waktu beberapa hari untuk mengikuti wisata ke Bali, bersama keluarga, saudara, teman-teman kantor, dll.

Dijamin puas pokoknya!

Berikut ini paket yang kami tawarkan :

1. Rp. 650.000,- /paket (15 orang)
    Adapun tempat tujuan wisata antara lain :
    a.  Tanah Lot
    b.  Krisna
    c.  Galuh
    d.  Tanjung Benoa
    e.  Pulau Penyu
    f.  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
    g.  Pure Uluwatu
    h.  Dream Land
    i.  Tari Barong
    j.  Pantai Kuta
    k. Pusat oleh-oleh khas Bali
    l.  Joger
   m. Danau Bedugul


Fasilitas :
1. Bus Full AC + Video Karaoke, Toliet dan Area Smoking dan Isuzu ELF untuk 15 seat
2. Snack Pemberangkatan
3. Bebas Tiket Tujuan Wisata
4. Makan 6 kali (Rumah Makan, Restaurant, Prasmanan dan Box)
5. Guide Asita dan Tour Leader Murni Tour Lumajang
6. Hotel 1 malam



2. Rp. 550.000,- /paket (59 orang)
    Adapun tempat tujuan wisata antara lain :
    a.  Tanah Lot
    b.  Krisna
    c.  Galuh
    d.  Tanjung Benoa
    e.  Pulau Penyu
    f.  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
    g.  Pure Uluwatu
    h.  Dream Land
    i.  Tari Barong
    j.  Pantai Kuta
    k. Pusat oleh-oleh khas Bali
    l.  Joger
   m. Danau Bedugul



Fasilitas :
1. Bus Full AC + Video Karaoke, Toliet dan Area Smoking dan Isuzu ELF untuk 15 seat
2. Snack Pemberangkatan
3. Bebas Tiket Tujuan Wisata
4. Makan 6 kali (Rumah Makan, Restaurant, Prasmanan dan Box)
5. Guide Asita dan Tour Leader Murni Tour Lumajang
6. Hotel 1 malam



3. Rp. 700.000,- /paket (40 orang)
    Adapun tempat tujuan wisata antara lain :
    a.  Tanah Lot
    b.  Krisna
    c.  Galuh
    d.  Tanjung Benoa
    e.  Pulau Penyu
    f.  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
    g.  Pure Uluwatu
    h.  Dream Land
    i.  Tari Barong
    j.  Pantai Kuta
    k. Pusat oleh-oleh khas Bali
    l.  Joger
   m. Danau Bedugul



Fasilitas :
1. Bus Full AC + Video Karaoke, Toliet dan Area Smoking dan Isuzu ELF untuk 15 seat
2. Snack Pemberangkatan
3. Bebas Tiket Tujuan Wisata
4. Makan 9 kali (Rumah Makan, Restaurant, Prasmanan dan Box)
5. Guide Asita dan Tour Leader Murni Tour Lumajang
6. Hotel 2 malam


4. Rp. 1.320.000,- /paket (40 orang)
    Adapun tempat tujuan wisata antara lain :
    a.  Tanah Lot
    b.  Krisna
    c.  Galuh
    d.  Tanjung Benoa
    e.  Pulau Penyu
    f.  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
    g.  Pure Uluwatu
    h.  Dream Land
    i.  Tari Barong
    j.  Pantai Kuta
    k. Pusat oleh-oleh khas Bali
    l.  Joger
   m. Danau Bedugul
   n.  Kapal Selam ODYSEA SUBMARINE



Fasilitas :
1. Bus Full AC + Video Karaoke, Toliet dan Area Smoking dan Isuzu ELF untuk 15 seat
2. Snack Pemberangkatan
3. Bebas Tiket Tujuan Wisata
4. Makan 9 kali (Rumah Makan, Restaurant, Prasmanan dan Box)
5. Guide Asita dan Tour Leader Murni Tour Lumajang
6. Hotel 2 malam


5. Rp. 800.000,- /paket (40 orang)
    Adapun tempat tujuan wisata antara lain :
    a.  Tanah Lot
    b.  Krisna
    c.  Galuh
    d.  Tanjung Benoa
    e.  Pulau Penyu
    f.  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
    g.  Pure Uluwatu
    h.  Dream Land
    i.  Tari Barong
    j.  Pantai Kuta
    k. Pusat oleh-oleh khas Bali
    l.  Joger
   m. Danau Bedugul



Fasilitas :
1. Bus Full AC + Video Karaoke, Toliet dan Area Smoking dan Isuzu ELF untuk 15 seat
2. Snack Pemberangkatan
3. Bebas Tiket Tujuan Wisata
4. Makan 9 kali (Rumah Makan, Restaurant, Prasmanan dan Box)
5. Guide Asita dan Tour Leader Murni Tour Lumajang
6. Hotel 2 malam


6. Rp. 1.450.000,- /paket (40 orang)
    Adapun tempat tujuan wisata antara lain :
    a.  Tanah Lot
    b.  Krisna
    c.  Galuh
    d.  Tanjung Benoa
    e.  Pulau Penyu
    f.  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
    g.  Pure Uluwatu
    h.  Dream Land
    i.  Tari Barong
    j.  Pantai Kuta
    k. Pusat oleh-oleh khas Bali
    l.  Joger
   m. Danau Bedugul
   n.  Kapal Selam ODYSEA SUBMARINE



Fasilitas :
1. Bus Full AC + Video Karaoke, Toliet dan Area Smoking dan Isuzu ELF untuk 15 seat
2. Snack Pemberangkatan
3. Bebas Tiket Tujuan Wisata
4. Makan 9 kali (Rumah Makan, Restaurant, Prasmanan dan Box)
5. Guide Asita dan Tour Leader Murni Tour Lumajang
6. Hotel 2 malam












info contact person : 

ALAN          - 085 258 780 254

BU MURNI - 081 654 520 58

MUJA          - 085 236 586 000

PIN Blackberry :

3288C996

E-mail : 

pariwisatamurni@yahoo.co.id

Jumat, 09 November 2012

WISATA SEGITIGA RANU DI LUMAJANG

Obyek wisata Ranu atau Danau di Kabupaten Lumajang ini merupakan satu kawasan danau segitiga, karena terdapat 3 kawasan danau yang saling berdekatan yaitu :
- RANU KLAKAH
- RANU BEDALI
- RANU PAKIS
Jarak tempuh antara Ranu Bedali ke Ranu Pakis berkisar 7 Km. Sedangkan jarak tempuh Ranu Bedali ke Ranu Klakah sekitar 6 Km dan semuanya bisa dijangkau dengan mudah menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat.

1.     RANU KLAKAH
Obyek wisata danau ini terletak di sebelah Utara kota Lumajang tepatnya di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah dengan jarak tempuh + 20 Km dari kota Lumajang. Transportasi, mudah dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum baik roda dua maupun roda empat disamping itu disana juga terdapat dokar sebagai sarana angkutan tradisional masyarakat setempat.
Obyek ini berada pada ketinggian + 900 meter dpl, dengan luas 22 hektar dan kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian + 1.668 m dpl, serta didukung oleh udara yang sejuk dan segar. Beraneka ragamnya buah-buahan nangka khas Klakah yang dijual sepanjang jalan raya menjadi daya tarik lain bagi obyek wisata ini.
Panorama yang khas berupa fatamorgana kebiruan air obyek wisata ini merupakan alternatif pilihan tujuan wisata di Jawa Timur. Bila mengunjungi Bali melewati Kabupaten Jember, Danau ini merupakan salah satu obyek wisata dari Kawasan Wisata Setiga Ranu ( danau ) sedangkan lainnya adalah Ranu Pakis dan Ranu Bedali, yang satu sama lain terhubung oleh jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Disamping menikmati panoramanya, aktivitas yang dapat dilakukan sendiri ataupun bersama keluarga antara lain, joging  mengelilingi area danau dengan fasilitas jalan beraspal, berperahu, menikmati sarana permainan anak, berolahraga tennis dan memancing. di Ranu Klakah tersedia sarana Hotel untuk menginap dengan jumlah kamar 6 buah.
Terletak di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah dengan jarak sekitar 20 Km dari kota Lumajang.

2.            RANU BEDALI
Sebagai rangkaian kawasan Segitiga Ranu, dengan jarak 7 Km dari Ranu Pakis atau 6 Km dari Ranu Klakah kita sampai pada Ranu Bedali Kecamatan Ranuyoso. Obyek wisata ini mempunyai ketinggian + 700 M dari permukaan laut dengan luas danau 25 Ha dan kedalaman 28 m.
Berbeda dari dua ranu sebelumnya, yang menarik dari ranu ini adalah letak permukaan air berada jauh di bawah permukaan tanah. Sehingga untuk mencapai daratan tepi danau dibutuhkan kesehatan prima yang merupakan tantangan bagi mereka yang berjiwa muda. Meskipun demikian panorama danau ini dilihat dari atas cukup mengasyikkan. Sehingga untuk mencapai daratan tepi danau dibutuhkan tenaga yang prima dan kehati-hatian yang tinggi.

3.            RANU PAKIS
Sekitar 10 menit dengan berkendaraan roda dua ataupun roda empat sampailah kita ke Ranu Pakis, bila kunjungan wisata kita diawali dari Ranu Klakah. Obyek wisata danau ini terletak di Desa Ranu Pakis dengan jarak + 20,5 Km disebelah Utara kota Lumajang ,mempunyai ketinggian + 600 Meter, dari permukaan laut dengan luas danau 50 Ha dan kedalaman 26 m. Masih dilatar belakangi Gunung Lamongan dan nampak lebih dekat, serta kondisi alam yang masih perawan akan menjadi daya tarik bagi pecinta lingkungan atau wisatawan yang membutuhkan udara segar.
Selain rekreasi dapat pula menikmati ikan segar yang dijual di warung-warung sederhana dan dapat pula dibawa untuk oleh-oleh. Ikan ini hasil budi daya pada perairan Ranu Pakis dengan sistim keramba jaring apung, jenisnya Mujaher, Nila.

Bagi anda yang ingin berwisata, inilah salah satu tempat wisata alam yang sangat cocok untuk melakkukan refreshing agar hilang penat pikiran selama sepekan beraktifitas. Kami juga menyediakan jasa paket wisata Lumajang dan kemanapun sesuai tujuan anda.

info contact person : 
085 258 780 254 ( ALAN)

081 654 520 58 ( BU MURNI)

PIN Blackberry :
3288C996

E-mail : 
pariwisatamurni@yahoo.co.id 

Jumat, 02 November 2012

WISATA ALAM GUNUNG SEMERU


Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.


LEGENDA GUNUNG SEMERU
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.
Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.
Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.
Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman DewataHyang, dan mahluk halus.
Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

PERJALANAN KE GUNUNG SEMERU
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara danpinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burungbelibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.
Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.
Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

TAMAN NASIONAL
Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu PaniRanu ReguloRanu Kumbolo dan Ranu Darungan.
Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuhalang-alangtembelekanharendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbangbudengluwakkijangkancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.

PENDAKI PERTAMA
Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.
Dalam melakukan pendakian harus dibutuhkan tenaga yang ekstra, karena medan yang dilalui sangatlah menantang. Namun demikian para pendaki disuguhkan dengan pesona alam yang sangat indah yang dapat menghilangkan rasa letih terbayar dengan pemandangan tesebut.

OBJEK WISATA YANG ADA DI SEKITAR GUNUNG SEMERU
Semeru, gunung tertinggi di pulau Jawa. Dengan puncak Mahameru nya yang terkenal. Memang, sebuah kebanggaan bagi pendaki bila telah mencapai puncak Semeru yang terkenal dengan nama yang penuh mistis dan gagah, Jonggring Saloka . Dan karena Semeru gunung yang tinggi, maka dari puncaknya kita dapat menikmati pesona alam pemandangan, yaitu:
* Sebelah barat tampak kota Malang;
* Sebelah utara tampak Gunung Kepolo dan Pegunungan Tengger;
* Sebelah selatan tampak garis pantai selatan;
* Sebelah timur tampak Gunung Argopuro.

1. RANU KUMBOLO
Ranu Gumbolo terletak pada ketinggian 2390 m dpl antara Ranu Pane dan Gunung Semeru. Secara historis geologis, Ranu Gumbolo terbentuk dari massive kawah Gunung Jambanganyang telah memadat sehingga air yang tertampung secara otomatis tidak mengalir ke bawah secara gravitasi. Ranu Gumbolo hingga saat ini merupakan potensi obyek wisata yang menarik. Daya tariknya antara lain bahwa pada lapangan yang relatif tinggi dari permukaan laut terdapat danau / telaga dengan airnya yang jernih sehingga banyak menarik wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. Bagi para pendaki, Ranu Gumbolo, merupakan tempat pemberhentian / istirahat sambil mempersiapkan perjalanan berikutnya. Daya tariknya, di pinggir sebelah barat danau terdapat prasasti peninggalan purbakala. Diduga prasasti ini merupakan peninggalan jaman kejayaan Kerajaan Majapahit, namun hingga saat ini belum diperoleh kepastian.
Khusus di perairan danau, kita dapat menyaksikan kehidupan satwa migran burung belibis. Bagi para pengamat lingkungan, Ranu Gumbolo sebetulnya merupakan laboratorium alam yang cocok bagi kegiatan penelitian dan observasi lapangan yang sarat dengan kandungan ilmu pengetahuan. Fasilitas yang ada di Ranu Gumbolo yaitu Pondok Pendaki ( 70 M2 ) dan MCK yang dimanfaatkan para pendaki untuk beristirahat, disamping terdapatnya lapangan yang relatif datar untuk sarana berkemah. Kebutuhan air dapat terpenuhi dari air danau.

2. KALIMATI
Kalimati merupakan tempat berkemah terakhir bagi para pendaki sebelum melanjutkan perjalanannya menuju puncak Mahameru. Tempat ini biasa digunakan beristirahat dikarenakan terdapat sumber air ( Sumber Mani ) yang berjarak sekitar 500 Km dari Kalimati. Disamping terdapat tanah lapang yang relatif datar juga sudah dibangun fasilitas Pondok Pendaki dan MCK. Suhu udara di Kalimati relatif dingin jika dibanding tempat lainnya, dikarenakan daerah kalimati merupakan lembah dari beberapa bukit / gunung - gunung di sekitarnya.

3. ARCOPODO
Arcopodo/ Recopodo terletak pada pertengahan Kalimati dan Gunung Semeru. Di tempat ini terdapat dua buah arca kembar yang dalam bahasa Jawa dinamakan arco podo / reco podo. Disamping itu juga terdapat beberapa monumen korban meninggal atau hilang pada saatpendakian Gunung Semeru. Tempat ini sering pula dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya ke puncak Mahameru.

4. PADANG RUMPUT JAMBANGAN
Daerah padang rumput ini terletak di atas 3200 mdpl, merupakan padang rumput yang diselang - selingi tumbuhan cemara, mentigi dan bunga Edelweis. Topografi relatif datar pada jalur pendakian ini, beberapa tempat yang teduh menampakkan sebagai tempat istirahat yang ideal untuk menikmati udara yang sejuk. Dari tempat ini terlihat Gunung Semeru secara jelas menjulang tinggi dengan kepulan asap menjulang ke angkasa serta guratan / alur lahar pada seluruh tebing puncak yang mengelilingi berwarna perak. Di tempat ini para pendaki maupun fotografer sering mengadakan atraksi keunikan dan gejala alam gunung api yang selalu mengeluarkan asap dan debu, merupakan suatu panorama alam yang menakjubkan.

5. ORO-ORO OMBO
Daerah ini merupakan padang rumput yang luasnya sekitar 100 ha berada pada sebuah lembah yang dikelilingi bukit - bukit gundul dengan type ekosistem asli tumbuhan rumput. Lokasinya berada di bagian atas tebing yang bersatu mengelilingi Ranu Gumbolo. Padang rumput ini mirip sebuah mangkok berisikan hamparan rumput yang berwarna kekuning - kuningan, kadang - kadang pada beberapa tempat terendam air hujan.


6. CEMORO KANDANG
Daerah ini merupakan padang rumput yang luasnya sekitar 100 ha berada pada sebuah lembah yang dikelilingi bukit - bukit gundul dengan type ekosistem asli tumbuhan rumput. Lokasinya berada di bagian atas tebing yang bersatu mengelilingi Ranu Gumbolo. Padang rumput ini mirip sebuah mangkok berisikan hamparan rumput yang berwarna kekuning - kuningan, kadang - kadang pada beberapa tempat terendam air hujan.



7. PANGONAN CILIK
Pangonan cilik merupakan kawasan padang rumput yang terletak di lembah Gunung Ayek - Ayek yang letaknya tidak jauh dari Ranu Gumbolo. Asal usul nama tersebut oleh masyarakat setempat dikarenakan kawasan ini mirip padang penggembalaan ternak ( pangonan ). Daya tarik dari kawasan ini adalah merupakan lapangan yang relatif datar di tengah-tengah kawasan yang di sekitarnya dengan konfigurasi berbukit-bukit gundul yang bercirikan rumput sebagai type ekosistem asli, sehingga memberikan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.



Mengenai Saya

Foto Saya
Lumajang, Jawa Timur, Indonesia
Murni Tour adalah Travel Agent yang pertama dan berpengalaman di Kota Lumajang - Jawa Timur